Saturday, May 28, 2011

TOP

TOP sebuah singkatan yang saya peroleh ketika saya di bagku SMP. saya mengetahui singkatan TOP yang berarti Tiap Orang Pakai (TOP) dari seorang guru SMP saya bernama Ust. Abdul Ro'un. beliau adalah aktifis pergerakan Muhammadiyah ketika masa muda beliau. beliau memperkenalkan kepada saya filosofi dari singkatan tersebut, ketika beliau menjabat sebagai pembina OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah)  di salah satu SMP swasta Islam di Surabaya.

TOP, memiliki makna filosofi yang sangat dalam. Dapat dijadikan parameter sebuah keberhasilan. TOP yang berarrti Tiap Orang Pakai. Coba anda perhatikan,rokok- yang dengan segala merek dagangnya, tetap saja laris manis dan dipakai orang untuk merokok. Air minun Mineral, yang sekarang ada banyak merek, tapi tetap saja, orang-orang akan bilang dan berkata AQUA. selain itu, dalam dunia internet, ada dua raksasa search engine yang akan dipakai orang untuk menggali informasi, yaitu orang-orang akan mengetik kan Google atay Yahoo. benar Tidak?. ya itulah TOP. Tiap Orang Pakai!!!.

TOP, memiliki filosofi pembakar bara usahawan, agar tak mudah menyerah, kerja cerdas, kerja keras, dan kerja ikhlas. untuk meraih TOP, kita perlu mengoptimalkan daya potensi kita yang dikaruniakan oleh Allah SWT, untuk menghasilakn sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain. jika sesuatu itu mempunyai nilai manfaat dan berdampak bagi orang lain, maka secara tidak langsung akan digunakan dan dimanfaatkan karena fungsi dan manfaatnya.

Maka, takk heran orang-orang TOP, akan meninggalkan coretan-coretan sejarah, karya-kaya yang Maha Dahsyat, seperti Muhammad SAW (mencetak para sahabatnya menjadi kader dakwah yang tangguh)Muhammad Al khwarizmi (Al jabar), Thomas Alfa Edison, Ir.Soekarno, Bill Gates, dan sebagainya. itula , salah satu cotaoh orang-orang yang meraih gelar TOP. merekalah sarjana-sarjana kehidupan.

Friday, May 27, 2011

Ide itu Mahal harganya dari sekedar IPK 4.0 !!!!

Anda pasti tahu Ir. Ciputra, Purdi E. Chandra(primagama), Bill Gates, Bob Sadino(Kem chicks), Hengky Prihatna (babastudio.com, bukukita.com), Mark Zackerberg(facebook) ?. beberapa dari mereka menempuh studinyanya hingga bangku kuliah dan ada yang tidak meneruskan kuliahnya, bahkan ada yang tidak menempuh studi di bangku kuliah. tapi mengapa mereka dapat sukses dengan perusahaannya masing-masing?. sungguh, bukanlah sebuah keajaiban yang datang tiba-tiba tanpa adanya pengorbanan, kerja keras mereka.

bukanlah sebuah nilai bagus yang mereka cari, bukanlah hanya sekedar mendapat nilai A ketika mereka . menempuh studi di bangku kuliah? lalu apa yang mereka cari?. kesempurnaan pada bidang yang mereka  geluti.Sering kita memngharapkan nilai baik di setiap ujian kita, tapi apakah pernah kita berpikir selintas, apa yang dapat saya lakukan dengan nilai A tersebut?. bagaiamana saya bisa membuktikan jika nilai yang bagus juga dapat kita buktikan secara real menyatu dengan keahlian kita?.

mencari nilai A itu wajar, tapi tidak akan mengubah cara pandang kita menghadapi dunia luar. IPK di atas 3,0 adalah filter yang membedakan kita dalam dunia akademik, dalam dunia kerja banyak faktor yang perlu kita kuasai. Berpikir A bagus, namun bagaimana agar dengan nilai A itu kita dapat menjual nya menjadi komoditas yang bernilai tinggi yang tidah hanya sekedar tertulis di ijazah atau transkrip nilai, tapi mampu keluar menjadi sesuatu yang TOP (tiap orang pakai.)

Thursday, May 26, 2011

Kota Malang, Silicon valley ke dua

Malang, kota yang terletak 90 KM dari selatan kota Surabaya. Malang, tidak lah dingin, seperti saya waktu TK dan SD saat di ajak orang tua berlibur ke kota Malang. Mengingat masa kecil itu memang indah. ya, gimana lagi, kenangan masa kecil bersama ayah Ibu kakak dan adik-adik bersama berlibur di kota malang terasa indah menjadi kenangan yang tak terlupakan. Hmmmmm, Kota Malang ketika itu sangat dingin sekali. bahkan saking dinginnya, saya seperti tersihir oleh hawa dinginnya, yang membuat betah, nyaman tinggal di kota malang. tidak panas sperti kota Surabaya tempat kelahiran saya.

Ruhiyah di hatiku, Rupiah di tanganku

Mencari mahasiswa visioner dan lulusan yang berkarakter usahawan dengan mentalitas mau bersusah dahulu, mau belajar, serta tidak  malu berbuat benar, sangat susah. mengapa saya mencari mahasiswa atau pun lulusan sebagaiman kriteria di atas?. banyak lulusan dengan nilai tinggi, tetapi tidak memiliki bobot, benar mereka memiliki kapabilitas yang terlihat mata, dengan nilai atau IPK yang tinggi. namun, itu semua bukanlah faktor penentu, yang bisa mengubah paradigma dunia usaha atau dunia industri. cara berpikir mereka  kurang inovatif, ingin cari aman saja dan tidak berani mengambil resiko susah.